ABK KM Cahaya Barijaya Tewas Mengapung di Perairan Laut Pamekasan

ABK KM Cahaya Barijaya Tewas Mengapung di Perairan Laut Pamekasan – Seseorang ABK bernama Rohim (55), masyarakat jalan ikan Kakap, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo diketemukan meninggal di perairan laut Pamekasan.

Info tewasnya Rohim itu, dibetulkan Kapolsek Mayangan oleh AKP Firman, sesudah memperoleh laporan dari pihak kepolisian Pamekasan. Kapolsek menjelaskan, bila korban Rohim diketahui meninggal mengapung dalam tempat tengkurap, di perairan laut Pamekasan, Madura.

“Benar korban atas nama Rohim ini wafat, serta mayatnya diketahui di laut. Selanjutnya, kami masih tetap mengumpulkan info,” kata Firman, Minggu (21/10/2018).

Info tewasnya Rohim dilanjutkan ke pihak keluarga sampai mengundang kehadiran mereka ke Mapolsek Mayangan. Didapati di Polsek Mayangan, kerabat korban, Muhammad Hari (65) menjelaskan, bila Rohim adalah salah satunya ABK KM Sinar Barijaya.

Slamet menyebutkan, Rohim adalah salah satunya ABK dari 9 orang, yang turut KM Sinar Barijaya berlayar mencari ikan semenjak Rabu (17/10) malam.

“Berita paling akhir yang saya terima, dua hari sesudah kapal pergi. Waktu itu tempat kapal masih tetap di perairan laut Paiton, Probolinggo. Tetapi waktu dihubungi esok harinya tidak dapat dihubungi,” katanya.

Slamet tidak dapat pastikan, apa Rohim wafat sebab kapalnya terbenam, atau ditabrak kapal lainnya.

“Infonya masih tetap simpang siur, apa terbenam sebab cuaca jelek, atau ada kapal lainnya yang menabrak. Yang pasti, seharusnya kapal itu telah balik ke Probolinggo ini hari,”jelas Slamet, yang adalah nelayan serta ABK kapal.

Kasi Umum Satpolair, Polres Probolinggo, Bripka Edi Susanto mengemukakan, bila tenggelamnya kapal KM Sinar Baharijaya, di perairan laut Pamekasan, pulau Madura masih tetap simpang siur.

Edi menuturkan bila pihaknya sejauh ini masih tetap selalu bekerjasama serta mengumpulkan info, dari pihak kepolisian di Pamekasan. Akan tetapi, dia membetulkan mengenai laporan diketemukannya korban meninggal terapung bernama Rohim, di perairan laut Pamekasan.

“Saya berharap keluarga korban dapat bersabar, atas peristiwa ini. Kita selalu kerjakan pengaturan, dengan pihak berkaitan. Jenazah Rohim telah dievakuasi ke RS Pamekasan,” jelas Edi.

“Kami akan yakinkan, jika memang kapal terbenam kami akan lakukan penysiran serta penelusuran di laut,” tukasnya.