Aksi Dua WN Iran Terdakwa Dianggap Merisaukan Penduduk

Aksi Dua WN Iran Terdakwa Dianggap Merisaukan Penduduk – Dua pria masyarakat negara (WN) Iran, Shiraziniya Azad (53) serta Shirazi Nia Hossein (41), diganjar hukuman penjara 4 bulan. Kedua-duanya dikatakan dapat di buktikan menipu wisatawan China dengan mengakui jadi polisi.

“Mengadili menjatuhkan pidana pada beberapa terdakwa dengan pidana penjara sepanjang 4 bulan. Menentukan saat penahanan yang telah dilakoni oleh beberapa terdakwa dikurangi seutuhnya dari keputusan yang telah dijatuhkan,” kata Ketua Majelis Hakim PN Denpasar I Gusti Ngurah Partha Bargawa di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (27/5/2019).

Hakim menjelaskan ke-2 WN Iran itu dapat di buktikan menipu wisatawan asal China, Long Zhihong dengan modus mengakui jadi polisi. Moment itu dilaksanakan pada Rabu (30/1) waktu 20.50 Wita, di ruangan Hotel Kuta Centre, Jl Patih Jelantik, Kuta, Badung.

Waktu datang di muka hotel, ke-2 terdakwa yang mengemudikan mobil Toyota warna putih DK 1249 DW langsung mencegat korban. Azad lalu mengakui jadi polisi serta geledah tubuh korban serta ambil dompet korban, sesaat Hossein bertindak jadi sopir.

“Terdakwa I, Shiraziniya Azad turunkan kaca mobil serta memerintah korban berhenti sambil mengakui jadi petugas polisi yang dapat lakukan pengecekan. Seusai beberapa terdakwa pergi, saksi korban juga periksa isi dompetnya serta nyata-nyatanya uang pecahan USD 100 sekitar 14 lembar sudah diambil oleh beberapa terdakwa,” urainya.

Majelis hakim menjelaskan aksi terdakwa dianggap merisaukan penduduk.

“Soal yang memberatkan aksi terdakwa bikin risau penduduk. Perihal yang memudahkan terdakwa punya sikap sopan serta uang kerugian korban telah dikembalikan ke terdakwa,” jelas Partha Bargawa.

Majelis hakim menjelaskan Azad serta Hossein dapat di buktikan bersalah melanggar kasus 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Atas keputusan ini, penasihat hukum tak ajukan keberatan.

Bila dihitung dari saat penahanan di Polsek Kuta semenjak 2-21 Februari 2019 serta penahanan JPU semenjak 22 Februari di Rutan LP Kerobokan terdakwa sudah melakukan saat penahanan sepanjang 115 hari. Seingga dalam hitungan hari, terdakwa dapat kembali hirup hawa bebas.

“Delapan hari telah bebas, sampai kami terima keputusan hakim,” tutur penasihat hukum terdakwa, Iswahyudi selesai sidang.