Banyak Anggota DPRD Sumut Memohon Kembali Uang Ketok Palu Ke Gatot Pujo

Banyak Anggota DPRD Sumut Memohon Kembali Uang Ketok Palu Ke Gatot Pujo – Eks anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) M Yusuf Siregar divonis 4 tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. M Yusuf bersalah terima uang suap ‘ketok palu’ dari bekas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Tidak hanya itu, bekas anggota DPRD Sumut Enda Mora Lubis serta Abu Bokar Tambak divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

“Mengadili, menyebutkan banyak terdakwa sudah bisa dibuktikan dengan resmi serta memberikan keyakinan bersalah kerjakan korupsi dengan berbarengan, serta berbuntut,” papar ketua majelis hakim Joni kala membacakan amar keputusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

Banyak terdakwa bersalah melanggar Klausal 12 huruf b Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 sama seperti dirubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Klausal 55 ayat 1 serta Klausal 64 ayat 1 KUHP.

Enda Mora Lubis terima uang Rp 502 juta, M Yusuf Siregar terima uang Rp 772 juta, serta Abu Bokar Tambak terima uang Rp 447 juta. Mereka terima uang itu dengan setahap.

Pemberian suap itu buat memperlancarkan pengesahan laporan pertanggungjawaban pengesahan (LPJP) APBD Propinsi Sumut tahun budget 2012 serta pengesahan APBD Sumut tahun budget 2014.

Hakim menyebutkan suap berasal kala pimpinan DPRD Sumut Chaidir Ritonga, M Afan, Kamaluddin Harahap, serta Sigit Pramono Asri memohon uang ketok palu terhadap Sekda Pemprov Sumut Nurdin Lubis. Untuk penuhi keinginan itu, Gatot Pujo menghimpun uang dari grup kerja feature wilayah (SKPD) buat diserahkan kepada banyak anggota DPRD Sumut.

Seterusnya, banyak anggota DPRD Sumut memohon kembali uang ketok palu terhadap Gatot Pujo. Selanjutnya di sepakati project sejumlah Rp 1 triliun ditukar Rp 50 miliar buat seluruhnya anggota DPRD itu.

Pembagian uang itu lewat Bendahara Sekretaris Dewan M Alifaniah supaya seakan-akan anggota DPRD Sumut ambil upah atau honor tiap bulan.

Tidak hanya itu, pada tahun budget 2014 serta 2015, pimpinan DPRD Sumut kembali berjumpa dengan barisan Pemprov Sumut buat memohon uang ketok palu. Uang itu diberikan Sekwan Sumut Randiman Tarigan terhadap anggota DPRD, termasuk juga banyak terdakwa.

Ketiganya diwajibkan membayar uang substitusi. Abu Bakar Tambak diwajibkan membayar uang substitusi Rp 440 juta. Jika tdk membayar, harta benda diambil, andaikata harta benda tdk memenuhi, dikenai pidana 5 bulan penjara.

Sedang Enda M Lubis diwajibkan membayar uang substitusi Rp 442 juta. Jika tdk membayar, harta benda diambil, andaikata harta benda tdk memenuhi, dikenai pidana 4 bulan penjara.

M Yusuf diwajibkan membayar uang substitusi Rp 722 juta. Jika tdk membayar, harta benda diambil, andaikata harta benda tdk memenuhi, dikenai pidana 7 bulan penjara.

Hakim menjatuhkan hukuman pencabutan hak buat di pilih dalam jabatan publik. Ketiganya dikasih hukuman pidana penambahan pencabutan hak politik sepanjang 3 tahun sesudah mereka tuntas jalani pidana inti.