Hasil Razia Miras Di Tangerang Dimusnahkan

Hasil Razia Miras Di Tangerang Dimusnahkan – Walau ada Ketentuan Daerah (Perda) yang melarang miras serta dengan cara teratur razia dikerjakan, peredaran minuman memiliki kandungan etil alkohol di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tetap ramai. Hal semacam ini disadari oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. Menurut dia miras masih tetap ramai mengedar di wilayahnya karna masih tetap ada keinginan dari orang-orang.

“Peredaran miras masih tetap ada. Satu segi masih tetap ada permintaan hingga ada suplai. Jadi orang-orang sendiri mencari. Sesungguhnya, bila orang-orangnya telah hidup sesuai sama moto Tangsel yakni cerdas, modern, religius, dan tidak ingin tidak mematuhi larangan agama semasing, Tangsel bakal bebas miras, ” tutur Airin pada peringatan HUT Satpol PP, Selasa (23/5/2017) di Lapangan Cilenggang.

Tetapi, Kota Tangerang Selatan, kata Airin, selalu memiliki komitmen memberantas peredaran minuman keras. Ia mengakui akan tidak mundur dalam menindak tegas peredaran miras di wilayahnya. Pemerintah Kota Tangsel tak pernah capek lakukan operasi serta razia untuk meyakinkan Tangerang Selatan bebas minuman mengandung alkohol.

Pada saat peringatan HUT Salpol PP itu deretan Pemkot Tangsel berbarengan Polres Tangerang Selatan serta Kodim 0506 memusnahkan 26. 000 botol minuman mengandung alkohol hasil sitaan memakai buldozer. Pemusnahan itu adalah bentuk prinsip Kota Tangerang Selatan untuk penuhi Perda yang melarang peredaran serta perdagangan miras.

Diterangkan Airin, Pemkot Tangerang Selatan lewat Perda No. 4 Th. 2014 mengenai penyelenggaraan Perizinan serta Pendaftaran Usaha Perindustrian serta Perdagangan terutama pasal 122 menyatakan, kalau Pemkot Tangsel tak menerbitkan izin usaha industri, impor, edar serta SIUPP untuk pelaku usaha minuman mengandung alkohol. Diluar itu melarang tiap-tiap orang atau tubuh menghasilkan, mengedarkan, serta memperdagangkan minuman mengandung alkohol.

“Pada dasarnya kita tak bisa berhenti, tak bisa menyerah untuk selalu lakukan penindakan hukum atas Perda yang ada, ” tutur Airin.

Walau ramai tempat hiburan malam seperti resto, cafe, karoke, serta hotel di kota pemekaran Kabupaten Tangerang itu, Airin meyakinkan tidak bakal melegalkan miras di lokasi itu. ” Orang-orang Tangsel tidak ingin legalisasi miras, keinginan memanglah ada, untuk yang di hotel. Ini karna ada kriteria tuturnya hotel bintang tiga, empat, serta lima. Ini tengah kita kaji, ” lanjutnya.

Pihaknya juga meyakinkan lahirnya perda larangan miras itu tumbuh, ada, dan ada atas gagasan serta keinginan dari orang-orang.

” Perda ini tumbu, ada, serta ada atas gagasan keinginan dari orang-orang serta kami pemerintah. Perda ini disahkan berbarengan dengan DPRD yang yaitu perwakilan orang-orang. Automatis orang-orang tidak ingin ada miras di Tangerang Selatan, ” katanya.