KPK Telusuri Uang Suap Berasal

KPK Telusuri Uang Suap Berasal – Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dikira terima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang Inna Sulistyawati. Duit suap yg di terima Nyono dimaksud datang dari pungutan liar (pungli) di tingkat puskesmas.

” Yg sangatlah memprihatinkan merupakan bahwa sumber suap dikira datang dari cuplikan pungli perizinan serta layanan layanan kesehatan atau dana kapitasi yg selayaknya jadi hak warga andaikan dipakai dengan baik serta benar utk menambah layanan kesehatan di layanan kesehatan di fasilitan kesehatan tingkat pertama (FKTP) , ” ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (4/2/2018) .

Syarif memanggil potensi korupsi di bagian kesehatan sempat jadi kajian KPK, termasuk juga perihal dana kapitasi itu. Dana yg dikelola cukup besar yakni nyaris Rp 8 triliun per th..

” Efektivitas ana kapitasi dalam menambah kwalitas pelayanan juga masihlah rendah, walaupun sebenarnya dana yg disalurkan sangatlah besar ialah nyaris Rp 8 triliun per th.. Di antaranya lantaran tak terdapatnya alat pengawasan serta pengendalian dana kapitasi, ” kata Syarif.

Tentang pemberian ke Nyono, Syarif memanggil uangnya datang dari dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang. Selama ini, Nyono baru beroleh Rp 200 juta.

” Duit yg diserahkan IS (Inna Sulityawati) terhadap NSW (Nyono Suharli Wihandoko) dikira datang dari cuplikan layanan layanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang yg disatuka sejak mulai Juni 2017 seputar keseluruhan Rp 434 juta dengan pembagian 1 prosen utk paguyuban puskesmas se-Jombang, 1 prosen utk Kepala Dinas Kesehatan, serta 5 prosen utk Bupati, ” sebut Syarif.

” Atas dana yg terkumpul itu, IS udah menyerahkan terhadap NSW sebesar Rp 200 juta pada Desember 2017, ” tambah Syarif,

Duit itu dikira biar Nyono memastikan Inna menjadi kepala dinas definitif. Inna benar-benar sekarang masihlah menjabat menjadi pelaksana pekerjaan Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang.

Atas tingkah lakunya, Nyono disangkakan tidak mematuhi Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang No 31 Th. 1999 sama seperti di ubah dengan Undang-Undang No 20 Th. 2001 perihal Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dan Inna disangkakan tidak mematuhi Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No 31 Th. 1999 sama seperti di ubah dengan Undang-Undang No 20 Th. 2001 perihal Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.