Kuli Bangunan Di Tangkap Polisi Karena Cabuli Remaja Pria Dengan Modus Mengusir Roh Yang Berada Di Kemaluan Korban

Kuli Bangunan Di Tangkap Polisi Karena Cabuli Remaja Pria Dengan Modus Mengusir Roh Yang Berada Di Kemaluan Korban – Kuli bangunan satu ini pintar menakut-takuti serta menipu remaja pria tetangganya. Pria berinisial Sar (29) , warga Jalan Setia Tirta, Sunggal, Deli Serdang, Sumut, ini juga mencabuli mereka.

” Tersangka menakut-takuti korban dengan menyebutkan di kemaluan korban kemasukan jin, ” kata Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna, Senin (7/5) .

Awalannya DP yang ketakutan. Pada 22 Maret 2018 sekitaran jam 22. 00 WIB, dia mendatangi Sar di Lapangan Jalan Balai Desa serta menyebutkan tubuhnya merasa berat seperti tanda-tanda yang dikisahkan aktor. Dia juga minta supaya diobati aktor yang memanglah mengakui mempunyai pengetahuan kebatinan sesudah ikuti grup kesenian kuda lumping.

Sar lalu membawa DP ke lembah dekat pinggir sungai, sekitaran 100 mtr. dari lapangan. Sesampainya disana dia memerintahkan DP untuk buka celana serta celana dalamnya.

Setelah itu, Sar berpura-pura merapal mantra yang disebutnya untuk mengusir roh jahat. Sesaat tangannya memegangi serta mengelus-elus kemaluan DP. Perbuatan itu dikerjakannya sampai sekitaran lima menit sebelumnya pada akhirnya remaja itu diminta kembali menggunakan celana serta pulang ke tempat tinggal.

Pendek narasi, DP lalu bercerita ritual itu pada rekannya MRP serta BS. Nyatanya keduanya sempat memperoleh perlakuan sama.

Bahkan juga BS mengakui melakukan ritual itu sampai sekitaran 30 menit. Bahkan juga aktor pernah menghisap kemaluannya.

” Pada korban DP, aktor mengatakan kemaluannya kemasukan kuntilanak. Untuk korban BS dimaksud kemasukan genderuwo, sedang korban RP dijelaskan kemasukan sundel bolong, ” tutur Wira.

Terasa telah ditipu, ke-3 remaja itu pada akhirnya mengadu pada orang tuanya. Mereka lalu dibawa untuk buat laporan ke Polsek Sunggal.

” Kita lakukan penyelidikan sampai pada akhirnya tersangka aktor kita tangkap di tempat tinggalnya, ” sambung Wira.

Dalam masalah ini, Sar diduga sudah tidak mematuhi Pasal 72 jo Pasal 76 UU No 35 Th. 2014 mengenai Perubahan pada UU 23 Th. 2002 mengenai Perlindungan Anak. ” Ancamannya 15 th. penjara, ” terang Wira.

Polisi masih tetap memahami masalah ini. Mereka juga menyelidiki peluang ada korban yang lain.