Nafsu, Seorang Pria Cabuli Bocah 8 Tahun Di Rumah Kosong

Nafsu, Seorang Pria Cabuli Bocah 8 Tahun Di Rumah Kosong – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya sukses menangkap SN (23) karena disangka lakukan tindak pencabulan pada ZT (8) bocah SD yang masih tetap dibawah usia. Pria asal Rembang, Jawa Tengah (Jateng) itu lakukan perbuatan biadab itu dirumah kosong di daerah Surabaya Selatan.

Didepan penyidik, SN mengakui menyetubuhi korban warga Surabaya itu karna nafsu. Awalannya, pada Sabtu 10 Maret 2018 lantas, korban serta kawannya, SF bermain dirumah kosong yang tengah di-renov tersangka.

Lalu SF pamit keluar tempat tinggal. Dirumah kosong itu tinggal tersangka serta korban. “Saat tersebut, saya menggendong korban. Korban senang saya gendong karna dia kangen sama bapaknya. Kebetulan dia (korban) tidak berjumpa bapaknya karna telah bercerai dengan ibunya, ” kata SN, Rabu (28/3/2018) .

Lalu, lanjut SN, dia menidurkan korban di lantai. Tidak lama, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya. Sepanjang lakukan perbuatan itu, tersangka mengakui korban pernah rasakan kesakitan.

Tersangkapun tidak ingin tahu serta tetaplah lakukan perbuatan cabulnya. “Saya tidak mengintimidasi korban. Baik sebelumnya atau sesudah lakukan perbuatan itu. Kita lakukan senang sama senang, ” akunya.

Parahnya, SN menderita penyakit kelamin. Tersangka mengakui penyakit itu dia idap bukanlah karna kerapkali terkait seksual dengan adanya banyak pekerja sex komersial (PSK) . Melainkan karena disunat pada umur 12 th.. Tersangka mengklaim hal tersebut diakibatkan kurang mahirnya orang yang menyunat. “Saya tidak sempat terkait tubuh terlebih dulu. Saya belum juga sempat menikah. Saya tidak sempat begituan dengan PSK, ” tuturnya.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar menyebutkan, dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 th. 2014 berkenaan Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya paling singkat lima th. serta paling lama 15 th. serta denda paling banyak Rp5 miliar. Untuk penebaran penyakit sifilis dari tersangka pada korban, masih tetap kami dalami.

“Pascakejadian itu, korban alami trauma. Kami sendiri telah menunjuk partner kami yang spesial untuk lakukan pendampingan pada korban. Baik dari bagian psikis ataupun medis, ” tandasnya.