Seorang Gadis Harus Berurusan Dengan Polisi Karena Ini

Seorang Gadis Harus Berurusan Dengan Polisi Karena Ini – Polisi tangkap Wahyu Dita Indahsari, 19, gadis asal Dusun Dapet, Balongpanggang, Gresik, Ja-tim. Dia diamankan membawa ekstasi waktu dugem dalam sebuah diskotek di Jalan Pahlawan nomer 118, Surabaya.

Mahasiswi salah satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya ini ditemui menaruh ekstasi dalam buste hounder (BH). Dari data yang dikumpulkan, penangkapan Dita dijalankan team Unit Reskrim Polsek Bubutan Senin malam (10/9).

Bermula dari ada info yang di terima polisi, dapat ada pesta ekstasi di diskotek itu. Sesudah dijalankan penyelidikan, polisi lalu mengalami jatidiri Dita.

“Kami masuk ke diskotek. Terduga waktu itu asik dugem, ” papar Kapolsek Bubutan, AKP Harianto Rantesalu

Sesudah mengamankan Dita, polisi terus kerjakan pemeriksaan. Awalannya polisi tidak temukan ekstasi yang awal mulanya dianggap. Lalu Dita dibawa ke ruangan sekuriti. Penyidik wanita merazia busana dalamnya.

“Dari sanalah, kami mengalami terduga sembunyikan 1, 5 butir ekstasi warna hijau, ” lanjut Harianto.

Dita tidak dapat menghindari. Seterusnya, pemeran digelandang ke Polsek Bubutan untuk dicheck berkaitan asal muasal narkoba itu. Selama perjalanan, Dita sudah sempat meminta biar dilepaskan sembari menangis. Bahkan juga diakui dia belumlah konsumsi ekstasi itu.

“Tersangka beralasan apabila ekstasi itu sekedar titipan, akan tetapi waktu kami melakukan tes urine akhirnya dia positif narkoba, ” terangnya.

Baru, Dita mengaku ekstasi itu milik dia. Dia beli dua butir dari seseorang temannya. Setiapnya butirnya seharga Rp 500 ribu. Lantas yang dikonsumsi baru separuh butir dari ekstasi itu.

“Dia mengakui baru pertama konsumsi ekstasi. Dia mencobanya karena ingin tahu saja, ” terangnya.

Sekarang ini polisi masihlah mempelajari penyuplai ekstasi pada terduga. Dita mengakui tidak kenal dengan penjualnya. Dia memasannya cuma lewat hanphone (Mobile phone).

“Tersangka kami diberikan di tahanan wanita Polrestabes Surabaya. Kami selalu ciptakan masalah ini, ” pungkas Harianto.