Seorang Pegawai indomart Diciduk Akibat Bawa Kabur Uang Brangkas

Seorang Pegawai indomart Diciduk Akibat Bawa Kabur Uang Brangkas – DK (22) , eks pegawai Indomaret Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang diciduk polisi. DK di tangkap membawa kabur uang dalam brangkas ritel mini market itu. Aktor beralasan pencurian itu dilaksanakan untuk membayar utang.

Di ketahui, aktor menggerakkan aksinya seseorang diri, pada Kamis (23/11) lantas, sesudah jam tutup toko.

Kapolsek Panongan, AKP Trisno Tahan Uji menjelaskan, penanggung jawab toko, Nurifah baru menyadari selagi ingin memasukkan hasil penjualan ke brankas, Sabtu (25/11) . Nyatanya brankas telah berantakan. Selanjutnya Nurifah bersama-sama kepala toko melapor ke polisi.

Trisno menyampaikan pihaknya segera bergerak serta lakukan olah TKP selesai terima laporan korban hari Minggu (26/11) tempo hari. Dari hasil olah TKP serta kontrol pada CCTV toko, dijumpai bukti diri aktor yg nyatanya adalah bekas karyawan toko.

” Saat itu, penanggung jawab toko, Nurifah akan menaruh uang hasil penjualan hari Sabtu ke almari brankas, tetapi dipandang brankas berantakan serta uang yg terlebih dulu diisi Rp 27 juta jadi cuma Rp 17 juta, ” jelas dia.

Berdasar pada kontrol saksi-saksi serta panduan di TKP, kata Trisno, aktor DK diamankan Selasa (28/11) , awal hari kira-kira waktu 01. 00 WIB.

” DK kami amankan dirumah kontrakannya di Kampung Sempur, Desa Peusar, Kabupaten Tangerang. Beberapa barang bikti berhasil kami amankan, ” kata Trisno.

Polisi merasakan satu lembar surat hasil sinyal terima setoran, satu kunci duplikat brangkas, satu baju lengan panjang warna abu-abu serta satu potong celana panjang warna hitam yg diperlukan aktor selagi lakukan kejahatannya.

Menurut dia, selagi dilaksanakan interogasi, benar aktor mengaku tindakannya itu karna terjepit hutang.

Selanjutnya anggota reskrim Polsek Panongan, mengamankan aktor tersebut tanda bukti ke polsek Panongan faedah penyelidikan selanjutnya.

Atas tindakannya aktor dijerat Pasal 363 mengenai pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara maximum 7 th. penjara.