Setelah Selesai Pemeriksaan Polisi Kivlan Ajak Protes Rakyat

Setelah Selesai Pemeriksaan Polisi Kivlan Ajak Protes Rakyat – Eks Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Kivlan Zen udah selesai melakukan pengecekan jadi saksi terduga perkiraan makar Eggi Sudjana, Jumat (17/5). Kivlan mengakui dicecar 51 pertanyaan oleh penyidik.

Kivlan menjelaskan pertanyaan penyidik sehubungan dengan video Eggi yang menyebutkan bab people power.

“Pertanyaan lebih kurang apa yang diadukan bab video viral itu persis,” katanya di Mapolda Metro Jaya.

Kivlan mengakui akan menanti ketentuan penyidik bab hasil pengecekan padanya. Sehubungan dengan hasil hitungan pemilu, Kivlan juga menyerahkannya pada KPU serta Bawaslu.

Bab kebohongan serta ketidakpuasan, Kivlan akan menyampaikannya sesuai langkah hukum.

“Silakan kita selaraskan diri dengan undang-undang serta sesuai ketentuan yang berlaku, saya pula turuti semua proses juga lainnya saya berharap pula demikian ya proses pemilu sesuai dengan UU berlaku. Saya turuti proses saya lewat Bawaslu. Nah lainnya pula silahkan, sama dengan saya,” katanya.

Ia pula mengharap semua orang bisa tenang saat hasil hitungan pemilu. “Harapannya semua tenang serta rapi, kelak siapa yang menang kita berikan saja, jadi mana prosedurnya,” tutur ia.

Kala dikontrol jadi saksi Eggi, Kivlan pula dibarengi oleh 20 kuasa hukum.

Didapati polisi tidak sekedar bertanya bab perkataan ‘people power’ Eggi Sudjana namun juga bab kata ‘Merdeka’ yang disampaikan Kivlan kala pertemuan di Rumah Juang pada 5 Mei kemarin.

Kivlan ceritakan pada tanggal 5 Mei ada pertemuan dengan beberapa tokoh di Rumah Juang, Tebet, Jakarta Selatan. Pertemuan itu buat mengupas bab kebohongan pemilu.

“Omongan saya “oh biarlah tak perlu banyak omong hadir saja kelak tanggal 9 (Mei) dari Banteng senantiasa ke Bawaslu, tak perlu kita ngomong-ngomong di sini, kan pertemuan tokoh tanggal 5 (Mei) itu membahas kebohongan, karena itu biarlah tak perlu banyak omong saya mengatakan, ngapain kita ngomong-ngomong pada tokoh di sini, ngomel-ngomel, iya toh,” katanya.

Selesai berpidato itu, Kivlan mengatakan kata ‘Merdeka’. Polisi juga mempersoalkan arti dari kalimat merdeka yang diucapkannya.

“Bung Karno saja jelaskan merdeka dalam pidatonya, saya turut style Bung Karno lah merdeka tanggal 9 (Mei) tujuannya tanggal 9 (Mei) itu kita merdeka menyebutkan saran. Kan, sesuai dengan UU, saya jawab begitu saja,” katanya.

Eggi udah diputuskan jadi terduga perkiraan makar serta udah sah ditahan semenjak Selasa (14/5) jam 23.00 WIB. Biarpun begitu, Eggi menampik buat ditahan sebab beberapa argumen seperti argumen penahanan yang dianggap ganjil, profesinya jadi pengacara serta beberapa saksi yang belum dikontrol.

Penahanan pada Eggi berdasar pada Surat Perintah Penahanan Nomer: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum tanggal 14 Mei 2019.