Sosialisasi Dari KPU Dan Bawaslu Pada Larangan-Larangan Kampanye

Sosialisasi Dari KPU Dan Bawaslu Pada Larangan-Larangan Kampanye – Juru Bicara (Juru bicara) Team Kampanye Nasional, (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Lena Maryana minta pada Komisi Penentuan Umum (KPU) serta Tubuh Pengawa Pemilu (Bawaslu) santer lakukan publikasi untuk menahan plitik uang.

“Sosialisasi dari KPU [dan] Bawaslu pada larangan-larangan kampanye, di samping Calon legislatif yang berkaitan mengerti, itu harus juga dikerjakan terus-terusan,

Saran itu dipandang terpenting sesudah terdapatnya Calon Legislatif (Calon legislatif) Boyolali Daerah Pilihan (Dapil) IV berinisial B yang lakukan pembagian sembako pada masyarakat.

Diluar itu, Calon legislatif itu ikut menyisipkan stiker bergambar dianya, partai pengusungnya, dan ajakan untuk pilih.

Lena yang anggota Komisi I DPR-RI itu menyebutkan sudah banyak ketentuan yang dibikin oleh KPU serta Bawaslu berkaitan Pemilu. Hingga terpenting untuk semuanya disosialisasikan.

Di kuatirkan bila beberapa Celeg tidak mengerti semua ketentuan, jadi pelanggaran Pemilu selalu berlangsung.

“Bahwa jika siap berkontestansi, siap jadi Calon legislatif, siap ikut mengerti aturan-aturannya. Hingga tidak lakukan pelanggaran,” tuturnya.

Selain itu, Tenaga Pakar Bawaslu, Abdullah mengaku telah lakukan publikasi berbentuk mencegah pada beberapa Calon legislatif supaya tidak lakukan politik uang. Tidak cuma Calon legislatif, penduduk ikut dihimbau untuk menantang politik uang.

“Seperti lewat komunitas masyarakat, Go-Waslu. Kerja-kerja Bawaslu semacam itu, Bawaslu lakukan usaha pencegaha,” terangnya.

Akan tetapi dia mengaku bila usaha mencegah itu tidak seutuhnya digerakkan oleh beberapa Calon legislatif, hingga pelanggaran masih tetap saja berlangsung.