Tips Mudik Dari Wali Kota Bandung

Tips Mudik Dari Wali Kota Bandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberi panduan untuk orang-orang Bandung yang akan mudik Lebaran. Spesial untuk beberapa pengendara sepeda motor, Ridwan mengingatkan benar masalah aspek keamanan serta keselamatan.

” Spesial yang naik motor yang angka kecelakaannya relatif tinggi jadi benar-benar dicek bannya. Saya dahulu mudik naik motor ke Sumedang jadi alami mogok di jalan pecah ban, busi mati, dan sebagainya. Jadi tolong (kendaraannya) diservis dengan maksimum, ” tutur Ridwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (19/6/2017).

Diluar itu, pemotor harus menggunakan piranti keselamatan komplit seperti helm, jaket, atau sarung tangan. Emil, demikian ia disapa mengingatkan pada pemudik yang membawa anak kecil supaya senantiasa waspada memprioritaskan keselamatan dalam perjalanan.

” Terutama yang bawa anak itu yang perlu hati-hati janganlah tidak gunakan helm. Beli helm buat anak-anak janganlah bapaknya saja yang selamat. Jadi diusahakan tingkat keamanannya tinggi, ” katanya.

” Bila jarak jauh saat ini PT KAI telah sediakan gerbong bila tidak salah untuk motor hingga pakai yang paling aman untuk jarak jauh karenanya kan perlu stamina kontinu, ” katanya.

Disamping itu, untuk pemudik yang memakai kendaraan roda empat, Emil mengingatkan supaya sopir melindungi kesehatan sepanjang berkendara. Ia juga merekomendasikan supaya sopir menepi tiap-tiap tiga jam sekali untuk beristirahat serta melindungi konsentrasi waktu berkendara.

” Naik mobil juga sama panduan nya setiap 3 jam istirahat karna dengan psikologis menyetir diatas 3 jam itu capek. Bila dapat tiap-tiap 3 jam rehat, istirahat dahulu, dengan bekal makanan yang cukup serta pispot karna bila terjerat macet lebih dari 3 jam seperti di Brexit kan perlu, ” katanya.

Ia juga mengingatkan pemudik supaya meninggalkan tempat tinggal dalam kondisi jauh dari potensi bahaya. Terkecuali memerhatikan keadaan kelistrikan serta kompor, Emil memohon supaya pemudik senantiasa bekerjasama dengan tetangga atau petugas kewilayahan setempat.

” Janganlah lupa kunci tempat tinggal dengan baik, menitipkan pada tetangga yg tidak mudik. Hati-hati bencana kebakaran bila dapat listriknya dimatikan waktu melancong hingga tak ada potensi korsleting, ” tuturnya.