TPS Lapas Mojokerto Kekurangan Surat Nada

TPS Lapas Mojokerto Kekurangan Surat Nada – Kapolda Jawa timur Irjen Pol Machfud Arifin lakukan sidak ke beberapa TPS di Mojokerto. Jenderal bintang dua itu merasakan kekurangan surat nada di Lapas Klas IIB Mojokerto.

Temuan masalah, lanjut Machfud, ada di TPS spesial Lapas Mojokerto. Menurutnya, jumlahnya surat nada yang ada untuk beberapa warga binaan nyatanya kurang.

” Lantaran ada keterlambatan data yang didapatkan oleh Lapas ke KPU Kota Mojokerto hingga yang ada cuma untuk 200-an pemilih. Kelak bakal diambilkan dari TPS paling dekat yg tidak termanfaatkan. Semoga jam 11 telah bisa kiriman, ” katanya.

Kepala Lapas Mojokerto Muhammad Hanafi menuturkan, jumlahnya pemilih di tempatnya 795 orang. Terbagi dalam 705 warga binaan serta 90 pegawai serta petugas pengamanan.

Dari jumlahnya ini, baru 246 yang sudah dia daftarkan ke KPU Kota Mojokerto jadi daftar pemilih terus (DPT) Pilwali serta Pilgub Jawa timur 2018. Hingga surat nada yang ada cuma beberapa itu.

” Yang tercatat di DPT 246 orang, sedang penambahan pemilih menggunakan surat info 450 orang. Jadi, saya mohon lebih surat nada 500, ” terangnya.

Sesaat Ketua KPU Kota Mojokerto Saiful Amin menuturkan, Lapas Mojokerto baru ajukan penambahan pemilih 3 hari waktu lalu. Penambahan ini dari warga binaan yang mengatur form A5 untuk geser pilih dari TPS asal.

Lantaran mengajukan penambahan yang mendadak, jadi pihaknya tidak dapat memberi penambahan surat nada. Menurutnya, pengadaan surat nada tidak dapat dikerjakan kurun waktu singkat.

Jadi pemecahannya, pergeseran surat nada bakal dikerjakan dari TPS paling dekat di Kelurahan Purwotengah, Jagalan, Sentanan serta Magersari.

” Kami bakal sikapi dengan TPS-TPS paling dekat untuk pergesaran surat nada yang tidak terpakai. Kami yakin bakal banyak penghuni lapas yang terus dapat menyalurkan hak pilihnya, ” tandasnya.