Vanessa Angel Menangis Jalani Puasa Pertamanya Di Penjara

Vanessa Angel Menangis Jalani Puasa Pertamanya Di Penjara – Terdakwa perkara pelanggaran UU ITE berkaitan penyebaran conten asusila, Vanessa Angel, menyebutkan kalau bukti hukum masalah prostitusi online yang sekarang pula menjeratnya kian tersingkap.

“Yang pasti bukti hukum sudah mulai berjalan, doain saja mudah-mudahan cepat usai kasusnya, rekayasanya kian tampak,” katanya, selesai jalani persidangan kelanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, (9/5).

Bukti hukum itu, kata Vanessa ialah bab keganjilan info saksi penyidik Polda Ja-tim kala ditanyai team penasihatnya, mengenai siapa figur Rian Subroto, yang didapati jadi pria penyewa layanan sex komersialnya.

Vanessa bahkan juga menyebutkan kalau penyidik, ganjil kala menuturkan mengenai tanda-tanda Rian Subroto. Satu diantaranya ialah tanda-tangan Rian yang dianggap dia senantiasa berganti-ganti dalam BAP.

“Isyarat tangannya (Rian) beda-beda, tiap-tiap BAP beda,” kata Vanessa.

Selanjutnya, Vanessa juga menyerahkan semua sesuatunya pada team kuasa hukumnya. Dia sangat percaya bukti hukum bakal kian tersingkap, serta tunjukkan kalau dirinya sendiri gak bersalah.

“Yang pasti bukti persidangan tidak dapat bohong kita ikuti saja persidangan yang bersambung,” kata Vanessa.

Kuasa Hukum Vanessa, Milano Lubis, memberikan tambahan kalau kala persidangan barusan, penyidik memberikannya info yang ganjil mengenai tanda-tanda Rian Subroto.

“Ciri-cirinya beda yang dikatakan oleh penyidik. Beberapa kesalahan yang dijalankan oleh penyidik. Lantaran Rian dikontrol tak ciri-ciri betul-betul, selalu tidak sempat ada fotonya,” kata Milano.

Ketidakcocokan tanda-tanda fisik itu kata Milano ialah rambut, bentuk muka, postur badan. Vanessa mengemukakan kalau Rian ialah pria berbadan pendek, botak, tak gemuk. Sedang info penyidik, Rian ialah pria tinggi, berkulit putih, serta mempunyai rambut ikal.

“Saksi sudah sempat memvisualisasikan figur Rian. Rian (kata penyidik) lumayan putih, rambut ikal. Terdakwa (Vanessa) menampik. Rian itu lumayan pendek, botak, tidak gemuk, tengah,” tukasnya.

Disamping itu, Kuasa hukum muncikari Endang Suhartini alias Siska, Frangky Desima Waruwu, pula menjelaskan keganjilan info saksi penyidik, yang lain.

Satu diantaranya ialah bab bukti transfer uang Rp80 juta ke rekening muncikari Tentri, yang disebutkan datang dari rekening dengan atas nama Herlambang Hasea.

Nama Herlambang Hasea itu ada dalam bukti rekening koran muncikari Tentri. Serta berdasar pada pencarian pihaknya, Frangky mengatakan kalau Herlambang didapati jadi penyidik Polda Ja-tim.

Frangky menyebutkan berdasar pada info banyak terdakwa, Vanessa serta Tentri, Herlambang Hasea senantiasa ada kala pengecekan perkara mereka, serta turut menopang dokumentasi kala terdakwa jalani pengecekan di Polda Ja-tim.

“Banyak terdakwa mengemukakan sepanjang mereka ditahan di Polda Ja-tim serta tiap-tiap di check Herlambang itu senantiasa ada disana. Bahkan juga Herlambang itu saat penangkapan ia yang lakukan dokumentasi,” kata Frangky.

Kala ditanyai bab hal semacam itu, Franky mengemukakan kalau saksi penyidik mengaku kalau dia tahu Herlambang Hasea. Tetapi Herlambang tidak anggota Polda Ja-tim.

“Barusan saksi pula menuturkan kalau tak tahu banyak berkaitan transfer uang itu. Jadi ada pihak lain yang tahu transfer itu. Namanya Herlambang Hasea ke rekening (muncikari) Tentri, (saksil mengemukakan kalau cuma kenal Herlambang, tukasnya bukan anggota di Polda Ja-tim,” kata Frangky.

Disamping itu, kala dilakukan konfirmasi berkaitan hal semacam itu, satu diantaranya saksi, penyidik Polda Ja-tim, Dedhi Christianto, gak ingin banyak memberi komentar pada mass media. Dia bahkan juga tergesa tinggalkan PN Surabaya.

Dedhi tampak gak mau menuturkan apa yang udah dia sampaikannya kala persidangan. Dia minta pada wartawan buat ajukan pertanyaan langsung pada pimpinannya di Polda Ja-tim.

“Sudah kelak saja ya, saya tidak enak kalaupun saya yang jelasin, kelak pimpinan, pimpinan saja, jangan sampai saya kelak saya tidak benar. Itu ke komandan saya saja,” papar Dedhi, sambil menghindar.